Tampilkan postingan dengan label self development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self development. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Profile


ivool_insight




Nama                          : Syaiful M.Syatir
Panggilan                    : ivool
Lahir                            : 27 Juli 1988
Tempat                        : Tonasa, Sulawesi selatan
Nama Bapak               : M.Syatir
Nama Ibu                    : Hj. Hasniah
Pekerjaan                    : Swasta
Hobi                             : Bersepeda, Basket, Lari Dan Jalan-jalan



Berasal dari Sulawesi selatan (Makassar), saya dibesarkan di kota kecil yang bernama Tonasa I (satu). Saya sangat mencintai keluarga saya . Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan Management Consultant ternama, dimana saya diberi tanggung jawab menangani suatu project di jawa barat. Mencari posisi yang menantang di lingkungan dimana saya dapat memanfaatkan pengalaman saya, pendidikan dan keterampilan interpersonal yang kuat untuk meningkatkan kepatuhan dan efisiensi alur kerja bisnis. 



~ ivool insight ~

Selasa, 04 November 2014

Sentuhan Cinta Itu Bernama Cinta



Cinta memang sebuah cerita yang takkan pernah ada habisnya untuk dikisahkan. Namun, kisah cinta tak pernah berjalan begitu saja, sebuah alasan yang tetap dia simpan untuk dirinya sendiri.

Terimakasih atas warna warni yang telah engkau torehkan dalam kanvas kehidupanku. Atas semua canda tawa, keluh kesah yang telah kita ciptakan bersama. Untuk cuekmu yang masih belum bisa aku pelajari sepenuhnya, untuk manjaku yang tidak mengenal waktu, untuk sebel yang aku ciptakan ketika aku berharap kamu menghubungiku duluan. ^_^

Aku tidak pernah berniat untuk mengganggumu ditengah-tengah waktu sibukmu, ditengah pekerjaan kantor yang hampir membuatmu pusing dan lelah, bahkan dikala santap siangmu. Aku hanya ingin memastikan bahwa engkau makan, menikmati makan siangmu dan selalu mengingatku disela-sela waktumu.

Sabtu, 10 Mei 2014

For Mom and Dad



Ibu, keringatmu adalah darahku. Senyumu adalah bahagiaku. Maafkan anakmu jika pernah membuatmu marah dan kecewa. 
Ayah punya porsinya sendiri dalam perannya, memberi teladan di setiap nasehatnya. 

I love you mom.. I love you dad..

~ ivool insight ~

Langkah Awal (First step to my thousands miles)



Awalnya gue suka ragu dan takut dan pada akhirnya apa yang gue sudah mau lakuin itu nggak jalan (istilahnya gue jalan di tempat..he..he..he). Beberapa minggu belakangan ini gue sering di kasih masukan-masukan dari salah satu kawan gue, yaa..meskipun gue baru beberapa bulan kenal tapi gue salut banget sama beliau, apa yang ada pada diri beliau itu seperti gue mau ambil semua dan terapin didiri gue, tapi 1 hal yang mesti gue inget, gue nggak bisa jadi orang lain, gue mesti jadi diri gue sendiri (it’s me, part of me)  dan parahnya pikiran gue tuh terhadap beliau mau gue anggap sebagai ayah gue sendiri juga dan gue malah mau manggilnya dengan kata “Ayah” (yang awalnya gue manggil beliau dengan panggilan “Pak”..jadi malu sendiri gue nih..he..he)  dengan semua masukan, saran, dan solusi beliau yang membuat mindset gue lebih berkembang, tetapi setelah gue tampung semua itu dan gue mau lakuinnya step by step, kok susah banget yah..(itu pikiran gue) padahal nggak ada yang susah di dunia ini (cuman dasar gue-nya aja yang ragu, malu dan takut action).

Sabtu, 05 April 2014

Other Side Of Life


Seorang sahabat bertanya tentang jiwa yang sembuh sekaligus sudah pulang kepada seorang Guru, dengan lembut Guru ini menjawab: “jiwa yang sudah pulang biasanya berhenti mencari, karena sudah menemukannya di dalam diri”.

Sumur Tanpa Dasar

Bagi orang kebanyakan, selalu ada perasaan yang kurang komplit. Jangankan orang sakit dan miskin, manusia yang kaya dan sehat pun merasa ada yang kurang. Itu sebabnya manusia menghabiskan nyaris seluruh umurnya mencari. Dan diantara sekian banyak yang dicari manusia, yang paling menguras energi adalah mencari belahan jiwa. Harta, kekuasaan, keterkenalan semua ditujukan agar mendapatkan pengakuan dari belahan jiwanya.

Biasanya manusia baru berhenti mencari setelah tubuhnya sakit. Sebagian bahkan dihentikan oleh kematian. Meminjam pesan sebuah buku suci dari Tibet: “Jika di hidup ini Anda tidak ketemu yang dicari, maka setelah kematian juga tidak ketemu”. Sebagai akibatnya, perjalanan jiwa seperti sumur tanpa dasar. Menggali, menggali dan menggali, tapi sepanjang perjalanan penuh kegelapan. Tidak ada tanda-tanda cahaya di sana.